Langsung ke konten

Apa Itu Google Tag Manager dan Kenapa Kamu Butuh Ini

Arie Setiawan Arie Setiawan · · Artikel

Lacak progres belajar kamu

Masuk dan daftar kursus ini untuk melacak kemajuan belajar kamu.

Coba bayangkan kamu sebagai Advertiser, menghandle 1 klien untuk iklan Meta Ads dan Google Ads. Lalu kamu juga harus memasang kode tracking untuk kedua platform tersebut di websitenya.

Sekarang kalikan itu dengan 2-5 klien yang kamu handle dengan platform yang berbeda-beda. Setiap kali mau pasang atau ganti kode tracking, kamu harus minta tolong developer, nunggu lagi, dan bayar lagi.

Udah ribet, mahal, dan lambat pula.

Google Tag Manager (GTM) hadir untuk menyelesaikan masalah ini.

Apa itu GTM?

Dalam konteks website, GTM adalah satu potongan kode (container) yang hanya kamu pasang sekali saja. Setelah itu, semua tag tracking bisa kamu kelola langsung dari dashboard GTM, tanpa harus menyentuh kode website lagi.

Cara kerja GTM

Siapa yang Butuh GTM?

Kalau kamu termasuk salah satu dari orang-orang di bawah ini, GTM itu bukan sekedar tools biasa, tapi sudah jadi kebutuhan:

  • Pemilik bisnis online yang menjalankan iklan berbayar dan perlu tracking konversi yang akurat
  • Digital marketer yang capek bolak-balik minta developer pasang pixel atau kode tracking
  • Freelancer yang mengelola banyak website klien dan butuh cara efisien untuk manajemen tracking
  • Content creator yang ingin tahu konten mana yang benar-benar menghasilkan klik dan konversi

Dulu sebelum mengenal GTM, untuk melakukan tracking event saya harus membuka baris kode setiap endpoint dari halaman website seperti /checkout untuk event add-to-cart dan /thank-you untuk event purchase, dan mereplicate semua kodenya secara manual jika saya ingin memasang tracking untuk platform yang lain.

Itu tidak akan jadi masalah yang terlalu serius kalau masih handle satu klien, tapi bagaimana jika kamu memiliki lebih dari 2 klien? Tentu proses tadi akan memakan banyak waktumu sebagai advertiser.

Apa Bedanya GTM dengan Google Analytics?

Ini pertanyaan yang sering muncul, dan wajar karena keduanya sama-sama produk Google.

Google Analytics (GA4) itu alat untuk melihat data. Dashboard tempat kamu membaca laporan seperti berapa pengunjung hari ini, dari mana mereka datang, dan halaman mana yang paling sering dikunjungi.

Google Tag Manager itu alat untuk mengumpulkan data. GTM yang mengirimkan informasi ke GA4 (dan platform lain). Dengan GTM, kamu bisa mengirim data yang jauh lebih bervariasi tanpa harus memahami cara membuat baris kode javascript dan html, seperti klik tombol, scroll depth, form submission, sampai transaksi pembelian.

Keuntungan Pakai GTM

Ini beberapa keuntungan menggunakan GTM:

  1. Tidak perlu edit kode website. Semua dikelola dari antarmuka visual GTM. Ini menghemat waktu yang sebelumnya habis untuk koordinasi dengan developer.
  2. Satu tempat untuk semua tag. Meta Pixel, Google Ads Conversion, GA4, TikTok Pixel, semuanya bisa dikelola dari satu dashboard.
  3. Ada fitur Preview dan Debug. Sebelum tag di-publish, kamu bisa test dulu. Tidak ada lagi cerita tag salah pasang yang merusak data selama berminggu-minggu tanpa ketahuan.
  4. Version control. Setiap perubahan tersimpan. Kalau ada yang salah, tinggal rollback ke versi sebelumnya. Ini fitur penyelamat kalau kamu lagi coba-coba publish konfigurasinya.

Di kursus Google Tag Manager Dasar ini kamu tidak perlu jago coding. Cukup familiar dengan html dasar saja dan punya akun Google. Siap? Lanjut ke modul 2 untuk mulai setup akun GTM.

Arie Setiawan

Ditulis oleh

Arie Setiawan

Founder Labkonversi & Sematin

Full time creator di Threads, lagi bangun tools saas untuk riset iklan di Sematin | Performance marketing specialist di Kitabisa.com 5+ years