Checklist dan Langkah Selanjutnya
Selamat. Kamu sudah menyelesaikan 10 chapter yang mengubah kamu dari advertiser yang cuma bisa bilang “websitenya error” jadi advertiser yang bisa identifikasi masalah, edit konten, dan verifikasi tracking sendiri.
Sebelum kamu lanjut, saya rangkum semua yang sudah dipelajari jadi satu checklist praktis yang bisa kamu pakai sehari-hari.
Checklist Landing Page untuk Advertiser
Setiap kali kamu mau meluncurkan landing page baru untuk kampanye iklan, jalankan checklist ini:
Struktur HTML
- Halaman punya
<!DOCTYPE html>di baris pertama - Tag
<html lang="id">sudah ada (atau bahasa yang sesuai) -
<meta charset="UTF-8">ada di<head> -
<meta name="viewport">ada di<head>(wajib untuk responsif) -
<title>terisi dengan judul yang deskriptif dan relevan
Konten
- Hanya ada satu
<h1>di halaman (headline utama) - Heading mengalir natural (H1 > H2 > H3, tidak loncat)
- Semua gambar punya
alttext yang deskriptif - Semua link berfungsi dan mengarah ke URL yang benar
- Link eksternal pakai
target="_blank"denganrel="noopener noreferrer"
CTA dan Formulir
- Tombol CTA mudah ditemukan dan teksnya jelas (bukan cuma “Klik Di Sini”)
- Form punya
<label>untuk setiap input - Field wajib ditandai dengan
required - Hidden input menyertakan UTM parameter atau campaign identifier
- Form sudah ditest: submit dan pastikan data masuk
Tracking
- Meta Pixel terpasang di
<head>(verifikasi pakai Meta Pixel Helper) - Google tag terpasang jika pakai Google Ads (verifikasi pakai Tag Assistant)
- Pixel tidak duplikat (cek tidak ada double installation dari GTM + manual)
- Event konversi hanya ter-fire di halaman yang tepat (misalnya thank you page)
- Test konversi: lakukan test purchase/submit, cek di Events Manager
Responsif
- Halaman terlihat bagus di HP (test di DevTools, minimal iPhone SE)
- Tombol CTA cukup besar untuk diklik dengan jempol
- Teks minimal 16px di mobile
- Gambar tidak meluap keluar layar
- Form input bisa diisi dengan nyaman di layar kecil
Performa
- Skor Lighthouse Performance > 80
- Skor Lighthouse SEO > 90
- Halaman dimuat dalam waktu < 3 detik
- Gambar sudah dikompres (gunakan TinyPNG atau squoosh.app)
Ringkasan Skill yang Sudah Kamu Punya
| Chapter | Skill | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| 1 | Memahami kenapa HTML penting | Mindset |
| 2 | Membaca struktur HTML | Setiap kali buka source code |
| 3 | Menulis heading, paragraf, list | Edit konten landing page |
| 4 | Memasang link dan gambar | Buat CTA dan visual |
| 5 | Membuat form dan tombol | Lead generation |
| 6 | Menggunakan div, class, CSS dasar | Layout dan styling |
| 7 | Memasang tracking pixel | Setup kampanye baru |
| 8 | Menggunakan DevTools | Debug dan riset kompetitor |
| 9 | Responsive design | Optimasi mobile |
| 10 | Checklist | Quality assurance |
Tools yang Perlu Kamu Bookmark
- CodePen — Latihan HTML/CSS tanpa instalasi
- TinyPNG — Kompres gambar
- Squoosh — Konversi dan kompres gambar (lebih advanced)
- Meta Pixel Helper — Verifikasi Meta Pixel
- Google Tag Assistant — Verifikasi Google tag
- PageSpeed Insights — Audit performa halaman
- Formspree — Backend form gratis tanpa coding
Langkah Selanjutnya
Kalau kamu sudah nyaman dengan materi di modul ini, berikut rekomendasi saya untuk terus berkembang:
-
Praktik langsung. Ambil satu landing page yang sedang kamu pakai untuk kampanye, buka DevTools, dan terapkan checklist di atas. Identifikasi minimal 3 hal yang bisa diperbaiki.
-
Belajar CSS lebih dalam. Modul ini hanya menyentuh CSS yang paling esensial. Kalau kamu ingin bisa mendesain landing page sendiri tanpa template, pelajari Flexbox dan Grid.
-
Eksplorasi landing page builder. Dengan pemahaman HTML yang kamu sudah punya, pakai tool seperti Unbounce, Leadpages, atau bahkan WordPress + Elementor akan jadi jauh lebih efektif. Kamu bisa switch ke mode “code” untuk fine-tuning yang tidak mungkin dilakukan lewat drag-and-drop.
-
Pelajari Google Tag Manager. Kalau kamu belum, cek modul GTM Dasar di situs ini. Dengan kombinasi HTML dan GTM, kamu bisa setup tracking yang canggih tanpa ketergantungan developer.
Terima kasih sudah mengikuti modul ini sampai selesai. Sekarang kamu bukan lagi advertiser yang “buta kode”. Kamu punya pengetahuan yang membuat kolaborasi dengan developer jauh lebih produktif, dan yang lebih penting, kamu bisa menyelesaikan banyak hal sendiri.