Langsung ke konten

Cara Membuat Naming Convention Meta Ads

Bingung melacak performa iklan? Pelajari praktik terbaik membuat naming convention Meta Ads yang rapi dan konsisten untuk mempermudah analisis dan A/B testing campaign kamu.

Arie Setiawan
A
Arie Setiawan

Founder Labkonversi & Sematin

· 2 menit baca
Cara Membuat Naming Convention Meta Ads

Kamu pernah nggak, buka Ads Manager terus bingung sendiri: “Campaign yang mana ya yang pakai angle testimoni? Yang mana yang target Jakarta?” Kalau pernah, berarti kamu butuh naming convention.

Kamu akan jarang menemukan kursus online atau webinar yang ngajarin cara bikin naming convention yang tepat untuk iklan. Padahal menurut saya ini salah satu hal pertama yang harus di-setup sebelum mulai ngiklan.

Di artikel ini, saya akan tunjukkan cara bikin naming convention Meta Ads yang saya pakai sendiri.

Mengapa Naming Convention Penting?

Naming convention adalah sistem untuk menamai campaign, adset, dan ad secara konsisten. Ini penting karena:

  • Kamu bisa langsung filter dan cari iklan spesifik tanpa scroll-scroll
  • Analisis performa jadi cepat karena tinggal breakdown by name
  • A/B testing lebih gampang karena variabel yang ditest langsung terlihat dari namanya
  • Kalau kerja tim, orang lain bisa langsung paham struktur campaign kamu

Cara Membuat Naming Convention Meta Ads

Berikut langkah-langkahnya:

  • Identifikasi elemen kunci. Tentukan informasi apa yang paling sering kamu butuhkan saat analisis: objective, audiens, format iklan, angle, produk, lokasi.
  • Tentukan separator. Pilih satu karakter separator dan konsisten pakai itu. Saya pribadi pakai underscore (_) karena paling gampang dibaca.
  • Gunakan spreadsheet. Bikin template di Google Sheets untuk generate nama otomatis. Ini menghemat waktu dan menghindari typo.
  • Konsisten. Terapkan convention yang sama di semua level: campaign, adset, dan ads.

Contoh Naming Convention

Level Campaign

brands_productName_objective_funnel

Contoh:

Nike_airForce1_conversion_TOFU

Elemen yang bisa kamu pakai di level campaign: brand, produk, objective, funnel stage, tanggal mulai.

Level Adset/Adgroup

location_targetAudience_age_placement_optimization

Contoh:

US_1% LLA_21–35_Advantage+_HighVolume

Elemen yang bisa kamu pakai: lokasi, tipe audiens, rentang umur, placement, optimization event.

Level Ads

pagePathURL_PIC_contentType_angleContent_otherVariation

Contoh:

air-force-1_arie_VideoReels_Unboxing_50%OFF

Elemen yang bisa kamu pakai: produk/URL path, person in charge, format konten, angle, variasi promo.

Apa itu Page Path URL? Ini bagian dari alamat web yang muncul setelah nama domain. Contoh:

https://www.nike.com/shoes/air-force-1

Page path URL-nya: /shoes/air-force-1

Kamu bisa pakai path terakhir (air-force-1) sebagai elemen di naming convention. Cara ini berguna kalau kamu manage banyak produk karena langsung tahu iklan itu untuk produk yang mana.

Cara Pakai Naming Convention untuk Tracking Performa

Begitu naming convention sudah diterapkan, tracking performa jadi jauh lebih simpel.

Misalnya saya mau tahu lokasi mana yang perform lebih baik. Tinggal breakdown by adset name, filter pakai keyword lokasi (ZONE1 vs ZONE2), langsung keliatan datanya.

Contoh lain: kalau saya mau bandingin satu offer dengan offer lainnya, tinggal filter by ads name yang mengandung nama offer-nya.

Tanpa naming convention, kamu harus klik satu-satu iklan untuk tahu detailnya. Dengan naming convention, satu kali lihat dashboard sudah cukup.

FAQs

Contoh naming convention Meta Ads yang bagus seperti apa?

Contoh di level campaign: Nike_airForce1_conversion_TOFU. Level adset: US_1%LLA_21-35_Advantage+_HighVolume. Level ads: air-force-1_arie_VideoReels_Unboxing_50%OFF. Gunakan separator yang konsisten seperti underscore dan terapkan pola yang sama di semua level campaign.

Elemen apa saja yang harus ada di naming convention iklan?

Elemen yang paling berguna: brand, produk, objective, funnel stage (TOFU/MOFU/BOFU) di level campaign. Lokasi, tipe audiens, rentang umur, placement di level adset. Format konten, angle, variasi promo, dan person in charge di level ads. Pilih elemen yang paling sering kamu butuhkan saat analisis.

Separator apa yang paling baik untuk naming convention Meta Ads?

Underscore (_) adalah separator yang paling mudah dibaca dan paling umum dipakai. Yang terpenting adalah konsisten menggunakan satu jenis separator di semua level: campaign, adset, dan ads. Hindari pakai spasi karena bisa menyulitkan saat filter atau export data ke spreadsheet.

Penutup

Naming convention itu investasi kecil yang dampaknya besar di efisiensi kerja sehari-hari. Setup sekali di awal, bikin template di spreadsheet supaya konsisten, dan kamu akan menghemat banyak waktu saat analisis performa maupun A/B testing ke depannya.

Terakhir diperbarui

Arie Setiawan

Ditulis oleh

Arie Setiawan

Founder Labkonversi & Sematin

Full time creator di Threads, lagi bangun tools saas untuk riset iklan di Sematin | Performance marketing specialist di Kitabisa.com 5+ years

Tentang Labkonversi

Platform edukasi digital marketing berbahasa Indonesia. Fokus pada paid ads, tracking, dan analytics.

  • 8 artikel
  • 0 artikel premium
  • 2 kursus pembelajaran

Tentang Arie Setiawan

Arie Setiawan

Arie Setiawan

Saya Arie, performance marketer dengan pengalaman 10+ tahun di dunia digital advertising.

Di Lab Konversi, saya menulis tentang paid ads, tracking, dan analytics yang langsung bisa dipraktikkan.
Lebih lanjut

Membership

Akses semua konten premium

  • Akses 100+ Artikel Premium
  • Akses ke 10+ Modul Premium
  • Update konten mingguan
  • Komunitas Discord Eksklusif
Daftar Membership